Member Login



Kegiatan Sekolah

SIMULASI PTS OnLiNe SMA ISLAM CIPASUNG X, XI IPS_01

Memuat… Waktu Pengerjaan: 60:00 menit! .mungholder{width:100%;height:100%;position:relative} #time{color: #f5fe02;} #timersoal{ba ...
On: Apr 24, 2020 / 07:59:14

Program Sekolah 2019 SMA Islam Cipasung

Program Kegiatan Sekolah 2019 Semester Ganjil 1 Mei - 14 Juli 2019 : PPDB Tahun Pelajaran 2019/2020 16 Juli 2019 : Hari Pertama Masuk Sekolah Semester Ganjil 16 - 17 2019 : Masa Pengenalan Lingk ...
On: Jan 22, 2020 / 15:44:56

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2019/2020

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2019/2020
On: Sep 10, 2019 / 12:00:29

Galeri Photo Kegiatan Sekolah Semester Genap 2018 - 2019

Kegiatan Sekolah SMA Islam Cipasung Semester Genap 2018 - 2019 Pemilihan Ketua OSIS LDKS Simulasi UNBK Periode Ke-2 Penilaian Akhir Tahun Evaluasi Penilaian Akhir T ...
On: Jan 28, 2019 / 09:22:07

Galeri Photo Kegiatan Sekolah Semester Ganjil 2018 - 2019

Galeri Photo Kegiatan Sekolah Semester Ganjil 2018 - 2019
On: Jan 17, 2019 / 07:40:55

Berita dan Event

Pemberitahuan Belajar Di Rumah (Covid-19) dan Tugas Belajar Kelas X dan XI

Menindaklanjuti surat edaran dari Dinas Pendidikan tingkat Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kab Tasikmalaya maka ditarik kesimpulan : 1. Peserta Didik (Kelas X, XI dan XII) dirumahkan mulai t ...
On: Mar 17, 2020 / 10:06:08

Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2020/2021

Pendaftaran Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2020/2021 Bagi siswa/i SMP/MTs dan siswa/i mutasi yang berkeinginan melanjutkan ke jenjang Menengah, SMA Islam Cipasung membuka pendaftaran Peserta ...
On: Jan 22, 2020 / 11:47:40

Pendataan Siswa Tahun Pelajaran 2019 - 2020 SMA Islam Cipasung

Untuk siswa atau orangtua/wali siswa, silahkan klik tautan berikut untuk melakukan pengisian data siswa SMA Islam Cipasung Tahun Pelajaran 2019 - 2020. Pendataan Siswa 2019-2020
On: Sep 10, 2019 / 12:09:25

Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2019/2020

Pendaftaran Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2019/2020 Bagi siswa/i SMP/MTs dan siswa/i mutasi yang berkeinginan melanjutkan ke jenjang Menengah, SMA Islam Cipasung membuka pendaftaran Peserta ...
On: Feb 03, 2018 / 10:26:07

PENDAFTARAN PPDB On-Line 2018 / 2019 SMA ISLAM CIPASUNG

Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Islam Cipasung Tahun Pelajaran 2018 / 2019 bisa dilakukan dengan On-Line di Website Ini, dengan mengisi Formulir OnLinedi Siniatau Memuat...>di ...
On: Sep 15, 2015 / 09:52:13

Buku Tamu!

" Selamat pagi, saya Reynaldi mahasiswa Unair ingin mengumumkan kepada adik-adik sekalian jika ingin mendaftar ke perguruan tinggi Unair bisa cek <a href=www.ppmb.unair.ac.id/>web resmi</a> ... "

Reynaldi Yusuf - http://reynaldi-yusuf-kurniawan-fst16.web.unair.ac.id/


Tulis guest book



Subscribe News

Info


 

Analisis Profil SMA Islam Pondok Pesantren Cipasung

 

Berdasarkan temuan lapangan dapat diungkap bahwa SMA Islam Pondok Pesantren Cipasung adalah termasuk sekolah tipe A, karena sekolah tersebut disamping berdirinya sudah empat puluh delapan tahun, juga sekolah yang terakreditasi nilai A sejajar dengan sekolah negeri, memiliki sarana prasarana yang lengkap, rombongan belajarnya mampu bersaing dengan sekolah-sekolah negeri, program pengajarannya terdiri dari tiga program yaitu, program Bahasa,program Ilmu Pengetahuan Alam, dan program Ilmu Pengetahuan Sosial, nilai rata-rata ujian nasional bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lain yaitu 7.86,malahan untuk bahasa Asing menduduki nilai tertinggi se-Kabupaten.

Karena SMA Islam Pondok Pesantren Cipasung memiliki rombongan belajar yang banyak, maka tenaga pengajar pun mendapat bantuan guru DPK (guru PNS yang diperbantukan di sekolah swasta) sebanyak 29 (dua puluh sembilan orang), 4 orang dari Departemen Agama, 25 orang dan Dinas Pendidikan.

Di samping memiliki laboratorium IPA, dan Komputer, juga memiliki Multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran terutama kaitannya dengan pemahaman kebahasaan dalam listening/istima. Namun dalam penggunaan sarana multimedia tersebut tidak semua guru mampu mengoperasikan, maka kepala sekolah mengangkat seorang petugas yang secara khusus menangani sarana tersebut, sehingga proses pembelajaran mudah dicerna oleh peserta didik.

 

 

Analisis Sistem Pembelajaran di Pondok Pesantren Cipasung

 

Sistem pembelajaran yang dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren Cipasung dapat dikategorikan baik, karena pendidikan yang dilaksanakan itu bersifat non formal dan formal. Pendidikan non formal dilaksanakan mulai jam 14.00 - jam 21.00, sedangkan pendidikan formal dilaksanakan jam 07.00 - 13.00 sehingga orang menyebut "sekolah sambil ngaji".

Sistem tersebut adalah merupakan hal yang positif, dimana dalam menghadapi kehidupan sekarang ini banyak para orang tua yang khawatir terhadap pergaulan anak-anaknya, sehingga walaupun jauh mereka memasukkan anaknya ke SMA Islam Pondok Pesantren Cipasung.

Dalam pelaksanaannya, antara sistem non formal dan sistem formal ada keterkaitan karena materi yang diberikan di pesantren disesuaikan dengan kemampuan peserta didik dalam sistem formal, sehingga dapat menghasilkan sikap peserta didik memiliki sifat tadzim kepada guru.

 

 

Analisis Manajemen Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi

 

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dikategorikan sudah mengarah kepada kriteria pencapaian visi misi SMA Islam Pondok Pesantren Cipasung yaitu : "Dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Agama Manusia Mampu Menunaikan Tugasnya Selaku Khalifah di Dunia". Dan misinya adalah "Mewujudkan Generasi Muda yang Mandiri, Berkualitas,Berkepribadian Dinamis, Kreatif, Cerdas, dan Berdaya Tahan Terhadap Pengaruh Globalisasi", yang merupakan tujuan utama pelaksanaan pendidikan di lembaga tersebut, sebab ketentuan standar kurikulum yang ditetapkan Badan Standar Nasional Pusat (BSNP) sebanyak 38 jam per minggu, menjadi 46 jam per minggu telah memenuhi persyaratan. Penambahan jam tersebut sebanyak 8 jam adalah pelajaran agama secara terperinci yaitu Tafsir, Hadits, Fiqh, Aswaja, Tauhid, Tarikh, Bahasa Arab, dan Kaligrafi.

Pelajaran tersebut dikembangkan sebagai mata pelajaran mulok ciri khas SMA Islam Pondok Pesantren Cipasung dengan tujuan agar menghasilkan output yang memiliki etika dan moral, menjadi manusia yang berilmu pengetahuan dan berakhlakul karimah sehingga dapat diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat di lingkungannya.

 

 

Analisis Strategi Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)

 

Strategi yang dilakukan dalam pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMA Islam Cipasung, adalah dengan menerapkan pendekatan pembelajaran tuntas. Dari telaah lapangan dapat dikategorikan bahwa kemampuan guru-guru SMA Islam Pondok Pesantren Cipasung memiliki kemampuan yang merata dalam pelaksanaan pembelajaran tuntas. Karena secara teoritis untuk menyatakan peserta didik tuntas dalam belajar harus mencapai nilai minimal yang telah ditetapkan pada penilaian acuan patokan (criterion referenced), guru-guru mata pelajaran setiap awal tahun selalu membuat Standar Ketuntasan Minimal (SKM), karena pihak sekolah telah memberikan pelatihan melalui In House Training (IHT) secara khusus ketika mulai diberlakukannya Kurikulum Berbasis Kompetensi.

Dalam hal perencanaan pembelajaran, dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian. Pertama ada yang memiliki program pembelajaran sehingga tujuan dari pelaksanaan pembelajaran itu tersusun secara jelas. Dan kedua ada yang seadanya tanpa mempersiapkan secara formal, sehingga dalam melaksanakan proses pembelajaran tidak maksimal dalam pencapaian target kurikulum.

 

Adapun administrasi yang dibuat guru-guru berdasarkan telaah lapangan dikategorikan lengkap, karena para guru SMA Islam Pondok Pesantren Cipasung :

a. Membuat program dengan menyusun silabus pengajaran, program tahunan, program semester, mid semeter, disain pembelajaran setiap tahap muka.

b.  Melaksanakan proses pembelajaran sesuai silabus dan disain pembelajaran.

c. Melaksanakan penilaian sesuai indikator ketercapaian kompetensi peserta didik sebagai hasil pembelajaran, dengan berbagai pendekatan penilaian.

d.  Menganalisis mutu proses dan mutu hasil setiap penilaian (hasil uji kompetensi peserta didik) sebagai langkah quality control dan quality assurence, sejauhmana hasil pembelajaran sebagai indikator keberhasilan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Hasil analisis sebagai umpan balik pembelajaran berikutnya dan merupakan quality control kemampuan siswa dalam knowledge, skills dan attitudes.

e.  Menentukan tindak lanjut hasil analisis penilaian tersebut dengan perbaikan proses belajar berikut maupun kebijakan kinerja sekolah.

 

Dalam kegiatan pembelajaran pada umumnya dibagi dalam tiga kegiatan:

1)   Pendahuluan (<10 menit) sebelum proses pembelajaran dimulai, kegiatan yang dilakukan adalah :

  • Motivasi belajar : yaitu memberikan dorongan semangat untuk aktif dalam pembelajaran, dengan cara memberikan pertanyaan yang mengarah kepada pengetahuan yang akan dimiliki peserta didik setelah proses pembelajaran selesai.
  • Pengetahuan pra-syarat : memberikan pertanyaan tentang pengetahuan, skills atau perilaku yang sudah dipelajari siswa sebelumnya, khusus yang akan terpakai dalam kegiatan inti dan harus terjawab benar.
  • Rambu-rambu belajar adalah aturan main dalam kegiatan inti yang akan dilakukan oleh guru dan siswa sebagai komitmen.

2)   Kegiatan Inti

Kegiatan inti merupakan kegiatan pokok pembelajaran yang berisikan tentang penyampaian materi pembelajaran sesuai dengan metode dan teknik yang digunakan. Dalam kegiatan ini tujuan-tujuan belajar direalisasikan sehingga dalam kegiatan inti menuntut kreativitas dan aktivitas guru dalam menciptakan lingkungan yang kondusif, dan proses dikatakan efektif apabila seluruh siswa terlibat secara aktif, baik mental, fisik, maupun sosialnya.

Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses dan hasil. Dari segi proses dikatakan berhasil apabila seluruh siswa terlibat secara aktif atau sekurang-kurangnya 75% dari jumlah siswa aktif dalam proses pembelajaran. Sedangkan dari segi hasil, proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yang positif pada seluruh diri siswa atau sekurang-kurangnya 75%. Dengan kata lain proses dapat dikatakan berhasil dan berkualitas apabila masukan merata, menghasilkan output yang banyak dan bermutu, serta sesuai dengan kebutuhan, dan perkembangan masyarakat.

3)   Evaluasi

Evaluasi adalah merupakan bagian integral dari proses pembelajaran, karena proses pembelajaran merupakan bentuk komunikasi antara pendidik dan peserta didik. Dalam komunikasi tersebut terdapat pembentukan dan pengalihan knowledge, skills dan atitudes atau pengetahuan, sikap dan keterampilan dari guru terhadap peserta didik, dan evaluasi tidak hanya untuk mengukur pembentukan dan pengalihan pengetahuan semata, tapi menilai seberapa jauh materi pembelajaran dikuasai peserta didik, di samping mengevaluasi diri guru tersebut dan program yang dibuatnya.

Dalam hal kelengkapan sarana prasarana berdasarkan telaah lapangan dapat dikategorikan lengkap, karena SMA Islam Pondok Pesantren Cipasung itu adalah satu-satunya sekolah swasta yang berada di Kabupaten Tasikmalaya yang termasuk sekolah tipe A, yang tentunya jumlah peserta didiknya banyak. Dan para peserta didik SMA Islam Pondok Pesantren Cipasung dapat dikategorikan telah mampu mendayagunakan sarana pendidikan yang ada di sekolah. Terbukti berdasarkan studi dokumentasi daftar hadir, sebanyak 60% dapat mendayagunakan alat laboratorium, alat keterampilan, dan olah raga, alat-alat kesenian, perpustakaan, lingkungan sekolah, dan komputer.

Dalam hal meningkatkan intensitas pembinaan intern seperti membangkitkan etos kerja dan kultur mengajar guru dengan meningkatkan supervisi di samping pembinaan terhadap unsur-unsur pimpinan sekolah melalui penerapan disiplin kerja dan pemberdayaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), mengikutsertakan guru dalam pelatihan dan penataran. Namun dari telaah lapangan ditemukan adanya kesenjangan yang dilakukan oleh guru-guru, karena secara teoritis dalam rangka peningkatan kompetensi guru, adalah dengan cara mengikutsertakan guru dalam kegiatan MGMP, pelatihan dan penataran, namun diantara guru mata pelajaran itu ada yang belum pernah mengikuti kegiatan MGMP, pelatihan, dan penataran, sehingga kompetensi guru tidak merata terutama dalam hal pemahaman tentang administrasi pembelajaran. Terutama dalam hal pengkajian kompetensi dasar dalam penyusunan silabus.

Dalam hal pembinaan peserta didik dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian. Pertama ada yang melaksanakan kedisiplinan, sehingga peserta didik tersebut dalam kesehariannya selalu memperlihatkan jati dirinya sebagai seorang pelajar yang patuh dan taat. Dan kedua, ada yang seadanya sehingga performa peserta didik datang ke sekolah itu hanya sebatas hadir dan duduk di meja, tidak mengikuti kegiatan-kegiatan yang telah diagendakan sekolah.

 

 
 
 
 
 
Username :
Password :
Username :
Password :
E-Mail :
Kode Validasi :
 

Ketik 5 (Lima) Digit Kode Validasi

Username :
 

Ketik 5 (Lima) Digit Kode Validasi